2 Minggu

Sudah dua minggu sejak saat itu, kupikir hati dan pikiran ku bisa beralih seperti yang setiap pribadi katakan kepadaku. Ternyata malah sebaliknya, Hati dan pikiran ku tidak bisa sinkron satu sama lain, Pikiran ku seakan sudah bisa melupakan dan menerima bahwa kini aku tidak bersama dia, tetapi hati berkata lain, dia tetap tidak bisa pergi dari seseorang yang begitu spesial bagiku, Seakan dia sudah menempati tempat tersendiri di hati ini. Oleh karena itu, Terkadang aku berharap bisa memisahkan pikiran dan hati ku, dan menangis dibawah dibawah hujan malam dengan pikiran ku sendiri,Tapi naifnya hati itu selalu menang memanipulasi pikiranku. Sampai kini kurasa sudah tidak ada yang bisa mengerti hati dan perasaan ku, hingga aku berpikir apakah saatnya kini aku bercerita kepada sahabat perempuanku, kuharap mereka bisa mengerti perasaan ku yang kini sudah hancur dan rapuh sekali, entah hal ini akan menjadi trauma atau apapun itu, sejujurnya aku berharap bisa menyembuhkan luka ini dulu sampai bisa menemukan sesosok yang mungkin bisa menerima kekuranganku dan menghargai cintaku. Sampai kini setelah aku melalui peristiwa itu, sepupu yang mengetahui hancur dan rapuhnya diri ku mengatakan “terkadang baik masih belum cukup untuk mencintai dia dengan tulus,kita harus lebih baik lagi”, Entah karena ini aku berpikir bahwa semua ini salahku, Aku yang mencintai dia dan kini aku juga yang membuatnya kecewa. Entah siapapun kuharap ada yang bisa membantuku keluar dari jurang kesepian dan kehancuran diri ini. Tuhan juga semesta tolong bantu aku keluar dari hal itu, aku yang membenci dan takut akan hal itu malah aku yang menjadi korban dari hal itu. Sampai detik ini aku belajar untuk tidak berekspektasi lagi terhadap apapun, bahkan dia yang mengajarkan aku untuk berekpektasi tetapi dia yang menghancurkan ekspektasi ku, Aku sudah dua kali berekpektasi tinggi terhadap dua hal yang sangat aku cintai, dan aku dihancurkan oleh ke-2 hal tersebut hingga aku berada di titik terburuk ku seumur hidupku ini. Kuharap ada seseorang yang bisa membantuku keluar dari jurang kehancuran ku sendiri.

Comments