Terakhir kali
Sejenak pergi dari kebiasaan, Kali ini bukan sajak puisi yang ingin kubuat, sekadar tulisan yang ingin kupertanyakan kepada semesta siapa sebenarnya diri ini.
Kapan terakhir kali aku bermain bebas di luar rumah tanpa mempedulikan waktu dan beban ?
Kapan terakhir kali aku bisa dekat dengan tetangga sebagai saudara sampai memainkan hobi bersama ?
Kapan terakhir kali aku bisa duduk tenang dan bertukar pikiran dengan kakak & saudaraku ?
Kapan terakhir kali aku bisa menjauh dari gadget dan tidak bermain satu hari pun dengan menikmati hari dengan banyak kebersamaan ?
Kapan terakhir kali aku bisa berlari di sekolah tanpa mempedulikan waktu dan harga diri ku ?
Kapan terakhir kali aku berlari dan mengumpat hanya untuk meraih sebuah kemenangan ?
Kapan terakhir kali aku berkumpul bersama teman teman hanya jika dengan bercakap bersama ?
Kapan terakhir kali aku menganggumi seseorang dalam diam ?
Kapan terakhir kali aku mempunyai rival dalam segala bidang ?
kapan terakhir kali aku menjadi pribadi yang dingin dan datar tanpa mempedulikan orang lain?
Kapan terakhir kali aku bisa bermain segalanya tanpa mempedulikan gengsi dan harga diri ?
Kapan terakhir kali aku bisa tertawa lepas hanya dengan melihat tingkah laku seseorang ?
Kapan terakhir kali aku bisa dan berani untuk bercakap dengan lawan jenisku ?
Kapan terakhir kali aku merasa dekat dengan seorang guru melebihi dekatku dengan sahabatku ?
Kapan terakhir kali aku bisa duduk semeja dengan seseorang yang pernah kusuka ?
Kapan terakhir kali guru guru menyomblangiku dengan seseorang yang sudah punya hubungan ?
Kapan terakhir kali aku memimpin sebuah organisasi dengan wakil ketuaku yang kukagumi ?
Kapan terakhir kali aku berjalan dari sekolah pergi ke rumah teman hanya untuk bercanda canda ?
Kapan terakhir kali aku bercerita selepas itu tanpa memikirkan masalah ?
Kapan terakhir kali aku mengajari seseorang bermain bulutangkis ?
Kapan terakhir kali aku bermain bulutangkis dengan lawan jenis ?
Kapan terakhir kali aku hanya diam dan dikagumi banyak orang ?
Kapan terakhir kali aku bisa merangkul semua temanku dan bercanda tawa dengan mereka ?
Kapan terakhir kali aku menikmati waktu berdua dengan sahabatku ?
Kapan terakhir kali kami bercanda tawa dan memikirkan semua mimpi mimpi kami ?
Kapan terakhir kali kami bermain Polisi maling saat Ujian Akhir sekolah ?
Kapan terakhir kali kami disuru membersihkan toilet ?
Kapan terakhir kali aku tidur di toilet ?
Kapan terakhir kali aku sakit dan meninggalkan acara sekolah ?
Kapan terakhir aku ditendang dan dihukum guru ku ?
Kapan terakhir kali aku berhasil mengalahkan argumen dan tantangan guruku hingga semua temanku selamat ?
Kapan terakhir kali aku belajar bersama guru kesayanganku sampai malam di sekolah ?
Kapan terakhir kali aku marah terhadap guru kesayanganku ketika dia sakit dan tidak mengabariku ?
Kapan terakhir aku datang ke sekolah dan melihat banyak orang hebat disana ?
Kapan terakhir kali aku datang ke sekolah dengan hanya melihat dan fokus tiang bendera tanpa punya tujuan awal ?
Kapan terakhir aku menjadi ketua kelas dengan hanya sebuah paksaan ?
Kapan terakhir aku melihat seseorang dan mengangguminya dalam diam ?
Kapan terakhir kali aku mempunyai first impression aneh dengan seseorang yang ternyata menjadi sahabatku ?
Kapan terakhir kali aku dekat dengan seseorang yang bahkan aku sudah mengenalnya dari kecil ?
Kapan terakhir kali aku bergabung dengan sebuah perkumpulan orang orang yang ternyata menjadi salah satu tempat ku berteduh ?
Kapan terakhir kali aku mencintai seseorang dengan benar benar tulus ?
Kapan terakhir kali aku menangis hanya demi seseorang ?
Kapan terakhir kali aku menulis banyak puisi tentang seseorang ?
Kapan terakhir kali aku tak bisa berhenti memikirkan seseorang ?
Kapan terakhir kali aku mempunyai partner dalam segala bidang ?
Entah berapa banyak lagi pertanyaan "kapan terakhir kali" yang akan kuajukan pada Dunia ini, Entah sebenarnya siapa diri ini dan mana yang cocok dari versi diri ini dari awal hingga Akhir pertanyaan ini kubuat, Aku masih bingung sebenarnya siapa diri ku di dunia ini, mana versi diriku yang lebih baik, Aku yang cenderung memakai logika dan bermain apapun tanpa peduli apapun? atau versi lain diriku yang lebih memakai hati dan perasaan dalam mempertimbangkan apapun ? Semoga ada seseorang yang bisa membantuku menemukan jawabannya.... Kuharap dia
Comments
Post a Comment