Sadar Diri

 Haii Hatiku, telah lama ya aku tak menyapamu sejak aku memberimu ruang untuk berbicara di Taman Hutan Raya kala itu, terhitung sudah 9 bulan sejak semua itu kulalui, banyak hal yang sebenarnya kujumpai sejak saat itu, perubahan dalam hatiku? Benar memang sudah ada perubahan, terakhir kali aku mencintai seseorang bukan cia melainkan dia yang mirip sekali namanya, hanya menambah 2 huruf saja. 

Kini aku berjalan sendiri, ditemani malam dan kesunyian yang hanya dapat mengerti diriku. bukan tanpa apa aku tak menganggap seseorang tidak dapat mengertiku. Jujur kini saat ini aku merasakan banyak hal, diriku yang sedang ingin banyak diam, diriku yang sedang insecure terhadap semuanya, diriku yang hanya ingin ditemani, dirangkul tetapi kini tidak dapat kujumpai. Jujur kini aku di fakultasku sendiri aku tidak dapat menjumpai banyak orang yang bisa mengertiku, hanya sedikit dari mereka yang bisa hadir di hatiku, dan apa yang ku khawatirkan adalah apakah aku akan memiliki teman? Jujur bukan aku tak merasa tak ada teman, tetapi banyak dari temanku yang tidak sevisi dan terlalu banyak bermain, bukan tanpa alasan setiap saat hanya omongan belaka yang kupikir tidak penting dan hanya membuang waktu, semakin dewasa semakin kusadar bahwa malas sekali untuk basa basi, cukup diam dan tenang sudah cukup bagiku kini, kuberharap kelak aku bisa menemukan rumah mungkin di jurusanku atau di kegiatan manapun. 

Kekosongan hati mungkin akan tetap kulalui itu akibat dari diriku yang memang tidak pernah ingin mencari wanita, Aku malas sekali memulai semuanya kembali dari awal dan mencari, entah akan cocok atau bagaimana, karena jujur aku malas sekali mencari-cari seperti itu, bukan tipeku yang mencari-cari hanya untuk mengisi kehidupanku, biarlah kekosongan menjadi akibat dari diriku bukan pasanganku nanti yang menanggungnya. Cukup seseorang bagiku yang dapat menemani dan mengerti diriku, bercerita kemana-mana, bermain dan mencoba banyak hal.

Kini bukan tanpa alasan aku membahas tentang wanita, jujur bukan aku merasa tak ada teman atau sahabat, tetapi semuanya kini sudah berpasangan dan bagaimana denganku? kuyakin mereka juga pasti mau menemani tetapi aku sendiri harus sadar dan memulai menjaga jarak tentang semuanya. Jujur perasaanku mulai menyadari ini sejak 1 jam yang lalu aku hanya ingin bercerita dengan salah satu teman wanita ku, aku hanya berteman dan tidak pernah lebih bahkan chat hanya sekadar jika ada urusan, tetapi ada seseorang mengatakan "wah jangan udah punya pacar, sadar diri dong" Aku hanya terdiam dan merenung apakah memang semua orang itu harus punya pasangan? Aku tau mereka masing-masing sudah memiliki pasangan memiliki seseorang yang dapat menemani, tetapi salah kah aku hanya ingin bercerita kepada temanku? Bukan aku tak mau untuk mencari atau mendapatkan pasangan, tetapi aku sadar bahwa cinta itu tumbuh tentang bagaimana waktu yang akan mempertemukan. Namun kini aku sadar bahwa ternyata jika banyak temanku yang sudah memiliki pasangan sudah saatnya aku menjauh, mungkin memang aku yang salah. Jika memang seperti itu mungkin aku akan banyak untuk menutup diri dan tidak bercerita kepada siapapun entah siapapun dan memendam semuanya sendiri, mengubah seluruh pola dan isi hatiku, mengubah pola pikir dan tingkah laku dan memulai semuanya merubah diri dari awal. Biarkan aku memendam semuanya sendiri entah tentang bagaimana aku akan menjumpai seseorang itu. 

Terimakasih Hatiku sudah mau menahan semuanya bersamaku, memendam semuanya dan hanya wadah ini yang menemani hatiku untuk bercerita. kelak semoga salah satu harapan ku yang kutuliskan kemarin malam dapat terjawab dan bisa menemaniku...

Comments