UnTitLed
Diawalan Cerita semua biasa saja, seorang wanita nan rupawan bak seorang malaikat hadir bernama Chika (C) dia seorang yang sederhana namun baik, sebaik itu sampai membuat seorang manusia biasa berinisial "V" takluk. V bercerita hanya dia yang mampu dan ingin menemani hidupmya disaat Jatuh. Mereka menjalin komunikasi satu sama lain, melewati setiap waktu penuh Cerita penuh makna, satu sama lain saling bercerita tentang diri dan hidup mereka, sederhana sekali komunikasi mereka tetapi itu ternyata membuat v cukup mengena. Suatu kala hadir, suatu pagi menemani mereka di bumi Ganesha, berjalan tak tahu kemana dan bertemu sebuah kuda, V mengajak Chika untuk menaik kuda di bumi ganesha dan disitulah semuanya bermula
V : "Yuk Kita naik kuda"
C : "Yok deh drpd gtau mau kmn"
V : " Aku tebak pasti kamu suka naik kuda dulu waktu kecil"
C : "Hmm apa iya? gatau si"
V : " Coba ingat-ingat masa kecilmu "
Chika mencoba untuk masa kecilnya...
C : "Sulit untuk mengingat persis, Tapi mungkin aku pernah naik kuda disini"
V : " tuh kan benar tebakanku, pasti kuda ini datang untuk mengingatkanmu dan mengingatkanku"
C : "Mengingatkanmu tentang apa?"
V langsung menjawab dan berpuisi
Berawal menyapa untuk menjumpa
Ternyata Hidup mempertemukan kita
Sekali kubertanya pada semesta
Apakah ini Cinta?
Kianku pergi mengikut narasi hidup
Membawa obor api yang kian meredup
Kuputus asa tak tahu harus kemana
Hingga ku bertemu malaikat yang menyapa
"Hai" Sapa Malaikat itu kepadaku...
Jawabku...
Aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana
Hanya mengucap saja membuatmu penuh Istimewa
Terlalu sederhana bagiku mencintaimu dengan indah
Karena berjuta-juta rasa hadir karena dirinya
"Mengapa aku?" tanya Malaikat itu
Jawabku Kembali...
Sungguh Sebuah tanya yang terindah
Bagaimana kamu merengkuk sadarku
Dirimu ada di mataku dan memiliku duniaku
Tak perlu ku bermimpi karena ada kamu di hidupku
Bodohku pernah melukaimu, mengacangimu dan mengecewakanmu
Tak sadar ku dikuasai oleh keegosikanku... Kini
Maaf kan aku atas semua yang terjadi padaku dan dirimu
Apakah masih ada kesempatan untuk diriku menyandingi hatimu?
C : "Puisimu Manis untuk siapa itu dikirimkan?"
V : "Mungkin Saja dirimu"
C : "Kalau diriku, Namun, Mengapa kamu meminta maaf untuk puisimu"
V : "Salahku pernah meninggalkanmu,membuatmu tak nyaman dengan perilaku ku yang seharusnya aku menemanimu dan membantumu, kini hanya doa dan kuharap semesta memberikan kesempatan kedua untukku"
V : " Biarkan aku memberimu sesuatu "
Maafin aku ya Chika... (tekan link ini)
Comments
Post a Comment