Aku

 Sekali ini aku berpikir tentang kasih sayang, kosong tak pernah seingatku ada rasa yang pernah kurasakan, ku kilas balik semua dimalam ini, merenung sendiri dalam malam, memikirkan diri dan hati ternyata hanya aku sendiri...


Sejak Sekolah Dasar tak pernah seorang pun hadir hanya menemani, semua hanya datang karena kekaguman dan kepintaran yang kumiliki...


Menanjak ke tempatku menengah pertama, hanya ada 1 wanita seorang guru yang benar-benar bisa membuatku merasa aku ada, aku disayang dan aku dicintai, tanpa memikirkan aku pintar, aku bodoh, atau tingkah laku apapun, tentang aku yang pernah menentang sekolah, tentang aku yang tidak mau belajar saat UAS dan aku yang membela teman-teman ku yang disingkirkan, dia hanya tertawa melihat semua tingkah laku ku Namun Hanya dia, tidak lebih dan tidak kurang, bahkan semua temanku ada hanya saat aku berguna dan hanya saat kepintaran ku ada. Aku benci pikiran ku, aku benci kecerdasan yang membuatku hanya dimanfaatkan... Aku belajar hanya untuk seorang guru itu 


Sekali ku naik ke menengah atas, Aku sadar bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar peduli tentang aku, semuanya hanya peduli saat aku ada diatas dan saat aku dengan kepintaran ku, semua mendekat, semua menganggumi, hanya aku dan kerja kerasku yang membawaku, aku datang tidak pernah dihargai dengan sebelum aku seperti ini, bahkan teman yang hadir hanya saat dia butuh, saat ku butuh semua menghilang, pergi dan tidak peduli, aku berlari dan bekerja keras mengubah segalanya, aku dan kepintaran ku dan membuat semuanya menjadi menghormati,aku benciii dengan pikiran ku yang membuatku dihormati karna ada nya aku, aku benci dengan program dunia ini...

Bertemu ku dengan seseorang yang kukira dia benar menyayangi ku, ingatku sekali, saat kuhargai dia, dia hanya pergi dan tidak pernah bertanya tentang bagaimana aku, aku baru sadar bahwa aku hanya ada disayang saat aku memiliki sesuatu bukan tentang diriku... Semua benci tentang diriku


Hadirku di kuliah, kurubah semuanya, aku hadir dengan tampilan aku dengan tingkah laku yang sengaja aku buat serasa bodoh hanya untuk melihat sejauh mana Masyarakat bisa melihat dan menghormati dan menyayangi orang lain, lalu saat ku mulai bertindak dan menunjukkan kemampuan ku, semuanya mulai menghormati ku, dan itu yang sangatt aku benciii aku bencii dikagumi aku bencii hanya dihormati saat aku pintar, bukan tentang diriku tapi tentang pikirankuu, aku benciiii, sesaat nantinya otak ku sudah tidak berguna, tidak akan ada lagi yang peduli tentang aku dan diriku, semua menghilang seakan tidak ada yang terjadi, semua meninggalkan ku dan tinggal aku sendiri... Teringatku pada kata seseorang, 

"Lo tuh ada yang nemenin dan jawab karena kasian sama Lo doang, dan ga bener bener peduli" , "Lo tuh ada untuk saat Lo berguna" semua kata kata itu meneriaki lu setiap hari dan membuatku sadar, Tidak ada yang benar menyanyangiku...

Comments