Catatan Hari 2.5 : Semangat Api
-- Semangat Api --
Sekali ini aku berjalan dalam gelapnya malam, tenggelam ku di dalam perenungan terhadap hidup ini, aku berjalan hanya mengerjakan tuntutan "Dunia" untuk kukerjakan, namun setelah itu terdapat waktu untuk ku memilih semakin dengan keluarga. Aku bercakap dengan Among di bawah langit malam dengan terang bulan yang sama, aku diberi among video tentang beasiswa (tidak tanpa konteks, karena aku memberitahu bahwa aku akan interview beasiswa) Sejujurnya sudah lewat karena sedari pagi tadi aku sudah interview, tetapi yang cukup membuat-ku merenung bahwa di saat tengah malam, among masih berpikir tentang kebutuhan-ku, mungkin among bingung apa yang bisa dia bantu atau apa yang bisa dia berikan untuk mendukung anaknya tetapi hal sekecil untuk belajar dan mencari tahu tentang kebutuhan anaknya adalah Hal yang benar-benar menyadarkan-ku bahwa aku memiliki dua cahaya matahari yang harus aku perjuangkan... bukan tanpa alasan, aku ada saat ini "menjadi diri-ku" saat ini adalah tentang pemberian dan bimbingan dari among, mungkin among-ku bukan orang yang sangat pintar yang bisa memberikan banyak saran untuk membantu anak-nya, atau mungkin among-ku bukan orang yang sangat berkecukupan untuk dapat menyuruh anak-nya untuk les dan bimbingan terhadap orang lain, tetapi ketulusan dalam menjadi seorang "orang tua" sudah cukup untuk membangkitkan "Semangat Api" yang ada di dalam diri-ku untukberjuang kembali, Semangat api yang aku cari sepanjang perkuliahan, kini aku sudah mulai melihat semangat api dalam memperjuangkan cahaya tersebut.
Di saat yang paling sulit dan lelah pun, among-ku masih memikirkan untuk kebutuhan anaknya, terkadang menjadi manusia terutama orang tua sulit untuk memahami kebutuhan anak-nya. Meskipun begitu, yang benar-benar membuatku bergoncang dan mengevaluasi diri-ku adalah saat among telah lelah menjalani banyak pekerjaan berpergian jauh dengan kondisi sakit jantung, namun masih memikirkan tentang anak-nya. Dari situ,aku benar-benar tertampar dan membuatku sadar bahwa aku harus "menjadi orang" bukan tentang ambisi-ku melainkan tentang memperjuangkan cahaya-ku, menjaga cahaya ku untuk tetap hidup dan menerangi setiap jalanku, membimbingku dan keluargaku. Aku tidak tega melihat among-ku harus cape-cape kerja kesana kesini berkebun mencari banyak pelanggan untuk ikut berkebun di kala penyakit among yang sudah sakit jantung, aku tidak mau melihat among kelelahan untuk mencari cara dalam menyekolahkan-ku dan adik-ku, dari situ aku bertekad untuk "menjadi orang" harus jadi orang yang dapat membantu meringankan beban yang telah diemban oleh among, among-ku yang harus mengembang tanggung jawab menjadi seorang ayah dan ibu karena kepergian ibu-ku bukan berarti hanya among yang harus mengembannya sendiri, saat-nya kini diriku harus bisa jadi orang dan membanggakan among, menyekolahkan diriku dan membimbing adik-ku untuk bisa sekolah.
Sekali ini, tekad dalam hatiku menyala sebenar-benarnya, motivasi instrinsik yang benar-benar menyadarkanku, aku harus bisa fokus pada belajar pengembangan diriku dan eksplorasi banyak hal, terutama untuk dapat meningkatkan potensi karir-ku, namun yang terpenting dari karir itu bukan tentang aku dan karir-ku melainkan tentang among dan keluargaku.
Sejujurnya, melihat kondisi among yang sudah sakit jantung, ingin rasanya aku bilang untuk perbanyak istirahat dan fokus pada kesehatan dan jaga sarah saja, aku akan berusaha mengemban beban yang sebegitu berat yang dibebankan kepada among, aku tidak tega melihat among harus lelah dan cape hanya untuk menyekolahkan diriku, kalau aku mau sekolah aku harus berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan pendidikanku sendiri, aku harus bisa membantu among dalam menjaga kesehatannya.
Sekali ini, aku sadar bahwa waktu adalah hal paling rigid yang benar-benar membuat setiap orang harus berlari dalam mengejar hal-hal yang mungkin saja bukan tentang ambisi mereka melainkan tentang dia dan kehidupannya, segala kesulitan yang dihadapinya membuat dia harus berjuang untuk memperjuang-kan kehidupannya, terkini aku belajar untuk bisa belajar lebih peka terhadap lingkungan dan mau turun ke "bawah" untuk mereka yang dulu jarang aku reach-out belajar dari mereka dan berubah serta belajar dalam diam.
Tentang dan untuk keluargaku, Tuhan aku tidak tahu apakah hal yang aku inginkan ini adalah ego-ku atau hati-ku, tetapi bapa tolong bimbing aku, ajarku aku untuk mengerti dan semakin dekat dengan-mu, berikan lah kesehatan dan kekuatan untuk among dalam menjaga kesehatannya, kadang among terlalu berlebihan dalam memaksakan energi-nya, yang membuatnya semakin kelelahan, bapa, aku takut bahwa aku tidak dapat membanggakan dan membantu among untuk menjaga kesehatannya, aku takut bahwa aku tidak dapat memberi apapun untuk among, aku yang hanya mendapat banyak pemberian dari among, doa dan dukungan, tetapi aku sangat sakit apabila aku tidak dapat memberikan apapun untuk among. kemarin lalu, aku benar-benar berkaca dan hancur dalam kesenyapan dunia yang membuatku tersadar bahwa aku tidak dapat memberi apapun untuk mama yang paling aku sayang, dia yang menjadi cahaya bagi ku yang senantiasa menerangi dan membimbingku dengan doa-nya, mama yang selalu mendukungku ketika aku selalu belajar. Bapa, kini memang bukan saatnya aku menyalahkan diriku, engkau telah mengambil apa yang telah menjadi milikmu, tetapi berikan aku kesempatan untuk dapat memberikan sesuatu untuk among, dia yang menjadi cahaya bagiku, biarkan aku hikmat kebijaksanaan dari-mu untuk aku dapat bertumbuh dewasa dalam engkau dan semakin dekat dengan engkau, banyak kata dalam hati dan pikiranku yang mungkin tidak dapat aku tuliskan dalam tulisan ini, Engkau yang mengetahu segala isi hati dan pikiranku bapak, engkau yang mengenal pribadi-ku bapak, engkau juga mempunyai rancangan atas diri-ku, bapa semuanya kuserahkan kedalam tanganmu, biarlah kuasamu mengalir atasku dan biarlah rancangan mu yang terjadi atasku. Tetapi bukanlah kehendakku, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi
Comments
Post a Comment