Jadi biasa-biasa saja
"Kalau bisa yang lain, kenapa harus aku?" Itulah kalimat yang selalu kuucapkan belakangan ini, bukan karena aku malas untuk mengerjakan sesuatu, sejujur-jujurnya ya malas aja sih. Tapi lebih ke, aku hanya ingin menikmati momen-momen itu, tanpa berkutat dengan pikiranku yang selalu berisik setiap harinya, berisik entah darimana kebisingan itu menganggu kesunyian dalam diriku, tapi yang pasti aku hanya ingin tenang. Mungkin itu cukup klise untuk menggambarkan kehidupanku 2 hari kebelakang ini, tapi ada 1 hal yang aku sadari tetapi aku tidak tahu apakah ini hal yang baik dan benar? atau ternyata malah sebaliknya? aku kembali dalam kegelapan yang pernah mencuri-ku dari kebahagiaan sekitarku hanya karena 1 manusia. Tidak ada ambisi apapun dalam diriku untuk mengejar sesuatu, apapun itu dalam dunia karir. Hal itulah yang mendorong diriku untuk hanya menikmati momen-momen, menghargai waktu, serta menikmati apa arti empati dalam kehidupan. tapi sebaliknya itu membu...